Bamboo Village Trust: Menghidupkan Kembali Ekosistem dan Memberdayakan Komunitas Lewat Budidaya Bambu
Pada tanggal 1 Agustus 2024, LeSEHan bersama dengan mitra lainnya menandatangani partnership charter secara on line yang menandai secara resmi dukungan BVT pada LeSEHan untuk mengembangkan desa bambu di Madiun dan sekitarnya. Program desa bambu diarahkan pada lokasi kawasan Perhutanan Sosial (PS) sebagai bagian dari kontribusi LeSEHan dalam mendukung keberhasilan pengelolaan hutan melalui skema PS. BVT adalah mitra utama LeSEHan bersama dengan Cabang Dinas Kehutanan, Pemerintahan Desa, Kelompok Perhutanan Sosial, Dinas terkait dan sektor swasta yang diharapkan akan berkolaborasi dan bersinergi mendorong keberhasilan PS.
BVT yang didirikan pada tahun 2023, adalah organisasi re-granting yang berkomitmen memulihkan lahan terdegradasi serta menciptakan mata pencaharian berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan melalui model Bamboo Village. Berkolaborasi dengan inisiatif global UN Decade on Ecosystem Restoration, BVT bertujuan mendirikan 200 Bamboo Village di sepanjang sabuk tropis. Pendekatan ini tidak hanya mendorong keberlanjutan lingkungan tetapi juga memperkuat ekonomi sosial berbasis kehutanan.
Model Bamboo Village mencakup 2.000 hektar area di mana lahan tersebut dibagi untuk bambu, tanaman berakar sedang, dan tanaman berakar dalam. Komposisi ini mampu menahan air dan mencegah erosi, menciptakan ekosistem yang subur dan bermanfaat. Setiap desa akan melibatkan 200 rumah tangga, yang sebagian besar diberdayakan untuk perempuan dan kelompok rentan.
Dengan potensi bambu yang mampu menyerap 50 ton CO2 per hektar setiap tahun, serta dapat diolah untuk berbagai produk, BVT yakin bahwa Bamboo Village dapat menjadi solusi iklim dan ekonomi yang berkelanjutan.