Trenggalek, 12 Juli 2025 – Dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, LeSEHan menggelar pelatihan Trial Module 5 dengan tema “Strategi Livelihood Berkelanjutan” di Kusuma De Sonk (KDS), Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Acara ini dihadiri oleh 22 peserta yang mewakili berbagai kelompok masyarakat setempat.
Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat
Pelatihan ini dipandu oleh dua fasilitator ahli, yaitu Prof. Rahmanta Setiahadi dari Universitas Merdeka Madiun dan Hale Irfan Safrudi, Direktur Lembaga Studi Ekosistem Hutan (LeSEHan). Materi pelatihan berfokus pada penilaian aspirasi livelihood masyarakat, pemetaan faktor pendukung dan penghambat, serta penerapan kerangka livelihood berkelanjutan yang mencakup lima aset utama: manusia, alam, keuangan, fisik, dan sosial.
Peserta diajak untuk mengidentifikasi prioritas mereka, di mana “Keamanan Pendapatan” dan “Akses Kesehatan” menjadi dua isu utama yang perlu ditingkatkan. Selain itu, mereka juga berdiskusi tentang solusi praktis, seperti pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUPS) untuk pemasaran kolektif dan penerapan agroforestri guna mengurangi dampak perubahan iklim.
Hasil dan Rencana Tindak Lanjut
Pelatihan ini menghasilkan beberapa dokumen penting, antara lain: