Pulau Buano, Mei 2024 – Sebuah Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) penting telah dilaksanakan di Desa Buano Selatan pada 13 Mei 2024, sebagai bagian dari pengumpulan data untuk meningkatkan pengelolaan hutan mangrove di Pulau Buano. FGD ini melibatkan perempuan dari Buano Selatan dan Utara yang menyadari permasalahan terkait pengelolaan hutan mangrove, serta pemangku kepentingan lainnya, termasuk pejabat pemerintah desa dan daerah serta organisasi masyarakat.
Tujuan utama FGD ini adalah untuk bersama-sama merancang program pelatihan inklusif bagi perempuan dan kelompok marjinal dalam kerangka Tata Kelola Hutan dan Lahan (FLG) di Pulau Buano. Para peserta berbagi pengalaman tentang keadilan ekologi dan mendiskusikan strategi pengembangan mata pencaharian berkelanjutan, menawarkan wawasan lokal dan solusi potensial untuk tantangan yang sedang berlangsung.
Hasil utama dari FGD ini adalah pentingnya Advokasi Inklusif dan pengembangan inisiatif Konservasi Ekosistem. Pendekatan ini dianggap penting untuk menciptakan sistem pemantauan partisipatif dan mempersiapkan rencana aksi jangka panjang yang berkelanjutan.
Peserta berasal dari latar belakang yang beragam, termasuk istri pejabat desa, ibu rumah tangga, perempuan pekerja, dan perempuan dengan pendidikan tinggi. Keragaman ini memperkaya diskusi, menghasilkan solusi inovatif yang akan diintegrasikan ke dalam program-program mendatang.