Workshop Stakeholder di Provinsi Xiengkhouang
Meningkatkan Keadilan Gender dan Ekologis dalam Tata Kelola Hutan
Provinsi Xiengkhouang, Laos – Pada tanggal 2 hingga 3 Juni 2025, kegiatan tindak lanjut penting dalam proyek "Memusatkan Keadilan Gender dan Ekologis dalam Tata Kelola Lanskap Hutan di Asia Tenggara: Pembelajaran dari Indonesia dan Laos" dilaksanakan di Provinsi Xiengkhouang. Dipimpin oleh Dr. Sypha Chanthavong, inisiatif ini menghimpun peneliti, otoritas provinsi, dan warga desa untuk memvalidasi temuan dan mendiskusikan implikasi kebijakan bagi pengelolaan hutan berkelanjutan.
Kegiatan Utama dan Hasil
Kegiatan ini terdiri dari dua komponen utama:
- Lokakarya Validasi: Peneliti kembali ke desa-desa terpilih untuk mempresentasikan temuan awal dari penelitian lapangan tahun 2024. Lokakarya ini bertujuan memastikan kepemilikan komunitas atas penelitian dengan meminta masukan mengenai keakuratan dan relevansi data.
- Pertemuan Dialog Pemangku Kepentingan: Pertemuan dengan perwakilan tingkat distrik dan provinsi (total 20 peserta) berfokus pada berbagi kemajuan penelitian, mendiskusikan implikasi kebijakan, dan mengeksplorasi cara mengintegrasikan keadilan gender dan ekologis ke dalam kerangka tata kelola lokal.
Diskusi mengungkap tantangan kritis, termasuk kurangnya pengetahuan hukum dan kesadaran perlindungan hutan di kalangan perempuan di Desa Krab, Distrik Khoun.
Dampak dan Pencapaian
Kegiatan tindak lanjut ini menghasilkan sejumlah hasil nyata:
- Peningkatan Kesadaran: Pemangku kepentingan memperoleh pemahaman lebih mendalam tentang peran inklusi gender dalam konservasi hutan, pentingnya hukum lingkungan, serta dampak buruk deforestasi terhadap penghidupan masyarakat.
- Pemberdayaan Perempuan Endo: Proyek ini memberdayakan perempuan lokal untuk berperan aktif dalam melindungi hutan, sungai, dan lingkungan, sekaligus mengurangi praktik merusak seperti pembakaran.
- Dasar untuk Inisiatif Mendatang: Data yang telah divalidasi akan menjadi landasan bagi inisiatif berbasis bukti pada tahun 2026, termasuk materi edukasi dan strategi keterlibatan komunitas yang lebih terarah.
Pelajaran yang Didapat
Proyek ini menegaskan tiga prinsip utama untuk tata kelola hutan berkelanjutan:
- Keterlibatan Jangka Panjang: Membangun hubungan berkelanjutan dengan komunitas dan otoritas sangat penting untuk perubahan sistemik.
- Kepemilikan Partisipatif: Melibatkan komunitas dalam merancang solusi menumbuhkan rasa kepemilikan dan meningkatkan keberlanjutan.
- Solusi yang Spesifik Konteks: Pendekatan yang disesuaikan dengan realitas sosial-budaya, ekonomi, dan ekologis memastikan relevansi dan efektivitas.