Kegiatan

Tim Recoftc Pantau Kegiatan Riset dan Konservasi di Trenggalek
2025-02-28     Gender dan Keadilan Ekologi
Trenggalek, 25 Februari 2025 – LeSEHanNewsNetwork
Tim Recoftc melanjutkan rangkaian kunjungannya ke lokasi penelitian Tim CN 010/021/025 di Taman Kili-kili, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Trenggalek. Kunjungan ini difokuskan pada pemantauan kegiatan riset, konservasi penyu, dan pengelolaan hutan berbasis masyarakat.
Konservasi Penyu dan Kearifan Lokal
Kegiatan hari kedua diawali dengan ritual ucul-ucul, yaitu melepaskan anak penyu ke habitat aslinya di laut lepas. Ritual ini merupakan bagian dari upaya pelestarian penyu yang rutin dilakukan oleh pengelola konservasi setempat. Bahkan, pada bulan-bulan tertentu, ketika ratusan telur penyu menetas, diadakan festival ucul-ucul yang diisi dengan rangkaian seni budaya desa. Festival ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya melindungi dan melestarikan penyu di Desa Wonocoyo.
Penanaman Bibit Kelapa dan Perhutanan Sosial
Selanjutnya, tim melakukan penanaman bibit pohon kelapa secara simbolis. Pohon kelapa memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat sekitar, terutama sebagai sumber penghidupan. Kawasan pantai Kili-kili yang berstatus perhutanan sosial telah dibagi menjadi petak-petak yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH). Kearifan lokal yang unik diterapkan di sini: siapapun boleh memanfaatkan buah, daun, atau dahan kelapa yang telah jatuh dari pohonnya, tanpa boleh dilarang oleh pemilik pohon.
FGD: Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan
Agenda terakhir kunjungan adalah memantau pengambilan data melalui Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 responden, diantaranya adalah responden lama yang tergolong subaltern, anggota Kelompok Tani Hutan (KTH), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Pokmaswas, dan Kelompok Wanita Tani (KWT). FGD dibuka oleh Principal Investigator (PI) Prof. Rahmanta Setiahadi dan Co-PI Prof. Liliana Baskorowati, yang memberikan pemahaman tentang Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) dan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK).
Responden dibagi menjadi tiga kelompok: perempuan yang dipandu oleh Dian Pratiwi, pemuda yang dipandu oleh Wilis Werdiningsih, dan bapak-bapak yang dipandu oleh Hale Irfan Safrudi. Masing-masing kelompok dipandu oleh fasilitator untuk menuangkan gagasan tentang pengelolaan hutan secara partisipatif. Media seperti kertas plano, spidol, metaplan, dan gambar karakter digunakan untuk memvisualisasikan ide-ide mereka. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan, menunjukkan bahwa meskipun imajinasi setiap kelompok berbeda, semuanya sepakat untuk menjaga kelestarian hutan sambil meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Harapan untuk Masa Depan
Kunjungan ini tidak hanya memperkuat kolaborasi antara Recoftc dan Tim CN 010/021/025, tetapi juga menegaskan komitmen masyarakat Desa Wonocoyo dalam menjaga kelestarian alam. Melalui kegiatan konservasi penyu, penanaman pohon kelapa, dan pengelolaan hutan berbasis partisipasi, masyarakat setempat berharap dapat menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi.
(Reporter: LeSEHanNewsNetwork)

Kegiatan
Agenda
18
Jul '24
Sub-tim Jawa Timur: Workshop P...
09.00 - 13.00 wib
Meeting room Work n' Play Coffee and eatery - Madiun
17
Jun '24
Sub-tim Laos: Analisa Data ...
08:00 - 12:00
Meeting room Campus
10
Jun '24
Sub-tim Jawa Timur: Analisa Da...
09.00 - 13.00 wib
Meeting Room Joglo Manies Resto - Ponorogo
09
Jun '24
Sub-tim Laos: Pengumpulan data...
08:00 - 16:00
Khammouan Province
Kontak Kami

Gedung Perhutani Forest Institute (PeFI) Sayap Selatan Lantai 2
Jl. Rimba Mulya No.11, Kartoharjo, Kec. Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63117

Didukung Oleh